
Terima Kasih Mei
Kau singgah menyapa
Kau menjengah seketika
Aku yang asyik dibuai lena
Terima Kasih Mei
Kau hadiahkan aku senaskhah cerita
Kau tinggalkan aku duka nestapa
Yang pasti aku tak akan lupa
Terima Kasih Mei
Kau bertandang seperti biasa
Sedang aku terinjak usia
Rupanya aku sudah tak punya masa
Terima Kasih Mei
Mungkinkah tahun depan sempat bersua?
Untuk ku tulis lirik gembira
Mengganti segala esak hiba
Terima Kasih Mei
Kau pergi aku tetap begini
Setia menjadi pelakar rasa sunyi
Kau tak akan pernah mengerti
Terima Kasih Mei
Moga bulan mendatang
Aku kuat menentang
Apa jua rintangan melintang
Terima Kasih Mei
Biar masa jadi penentu
Akankah ku temui bahu
Yang akan tegar mengucup
Pipi haus kasih
Yang akan tegar menemani
Hati penuh benci
Yang akan tegar menadah
Titis-titis luka mutiara
Hadapi dengan senyuman
hanya punya DIA
nice poems...
ReplyDelete